Pemkab Cianjur Launching Penyaluran Program BPNT


JABARBICARA.COM:--- Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman menghadiri sekaligus membuka Launching penyaluran program bantuan pangan non tunai (bpnt) Kabupaten Cianjur tahun 2019. Bantuan sosial pangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Cianjur, di Desa Kertajadi Kecamatan Naringgul, Rabu (26/06/19).

Pada kesempatan kali ini Plt Bupati Cianjur bersama Forkopimda, Perangkat Daerah Cianjur mendampingi Direktur penanganan Fakir Miskin wilayah I Kemensos RI Drs. A. Asnandar, MSi melihat secara langsung tata cara pencairan Kartu kombo di Agen E-warung.

Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos Drs AM Asnandar MSi, program BPNT sangat bermanfaat bagi warga karena berbeda dengan program sebelumnya. Penentuan penerima BPNT juga harus berbasis data terpadu melalui musyawarah desa dan kelurahan.

“Forum komunikasi pimpinan daerah Cianjur sudah menandatangani program pendampingan BPNT ini, artinya kalau ingin menuntaskan kemiskinan harus simultan sinergi antar lembaga pemerintah, di program ini warga berhak memilih mana yang akan diambil beras premium atau medium,”katanya.

Ia mengatakan, penerima BPNT harus dipampang di kantor desa dan kelurahan agar warga lainnya bisa menilai apakah penerima tersebut sudah pantas atau malah tak pantas karena sudah sejahtera.

“Jangan sampai yang punya mobil atau rumahnya bagus menerima BPNT,” katanya.

di wilayah I, data keluarga miskin penerima manfaat BPNT ada sekitar 5 juta keluarga. Di Jawa Barat tiga besar penerima manfaat BPNT adalah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Sementara PLT Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengatakan, di Cianjur ini ada sekitar 187 ribu penerima bantuan BPNT, dan ada 737 e-warung, sudah terdistribusi sekitar 66 ribu.

“Alhamdulillah hari ini kita launching Program BPNT sudah tersebar di Kabupaten Cianjur lebih dari 60 persen.

Herman menuurkan untuk yang diberikan dalam kartu kombo tersebut senilai Rp. 110.000 dan bisa ditukarkan dengan beras dan telur di E-Warung.

“Ini tergantung masyarakat, bisa beli beras aja atau pun telur bahkan bisa dua-duanya,” imbuhnya.

Herman juga berpesan untuk E-Warung agar kualitas yang diberikan bagus.

“Harus beras yang bagus, jangan sampai ada telur kedaluarsa, saya yakin dengan program jni perekonomian desa lebih meningkat lagi, manfaatkan Bumdes dengan mengalokasikan beras potensi lokal,” ujarnya. (Kmf-cjr/Ik)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.